![]() |
Pada pukul 9 pagi, Ma yang memakai kacamata hitam, topi, jaket beige, kaos hitam dan celana pendek, membawa sebuah tas ransel hitam memasuki sebuah perpustakaan di Sha Tin. Tiba-tiba dia mengeluarkan sebuah senapan dari dalam tasnya, lalu mondar mandir di dalam gedung di lantai tiga sambil memanggul senapan. Beberapa pengunjung yang melihat hal itu merasa kaget dan ketakutan. Mereka lalu memberitahu staff library dan menelpon polisi, seperti dilansir hk.on.cc.
Polisi segera mengerahkan beberapa anggota yang dilengkapi dengan helm anti peluru dan perisai untuk datang ke lokasi. Ma segera memasukkan senapannya ke dalam tas ransel. lalu mengeluarkan pisau, beberapa silet dan sebuah map MTR yang memiliki tanda lingkaran pada beberapa tempat. Petugas akhirnya mengkonfirmasi bahwa senapan yang dibawa Ma adalah senapan mainan. Saat memeriksa handphone dan komputer di perpustakaan itu, polisi dikejutkan dengan ditemukannya website tentang ISIS di dalamnya. Mereka lalu menghubungi keluarga Ma. Menurut ibu Ma, putranya menderita sebuah penyakit. Polisi untuk sementara menahan Ma dengan tuduhan kepemilikan senjata tajam. Kasus ini sedang ditangani oleh Distric Crime Squad, New Teritories.
Seorang juru bicara LCSD mengatakan salah seorang staff perpustakaan melihat Ma sedang menggunakan komputer dan meletakkan senapannya di atas meja. Dia lalu memberitahu staf yang lain. Lantai tiga perpustakaan segera ditutup selama satu jam untuk proses investigasi. [Red/KBMI]

0 Komentar